PPC Iklan Blogger Indonesia

Popular Posts




Pesan dari Kekasih

Canda tawa dan senyum bahagia selalu menghiasi rona wajahku setiap bertemu dengan wowo, sebutan saynx untuk kekasihku A’an. Tak bosan aku menatap kedua mata nya dengan penuh kasih sayang dan cinta yang tulus, serta senyum manjaku yang senantiasa tersimpul , meski harus hadir di wajahku yang selalu pucat sejak awal kami bertemu dan kini tampak semakin memucat,, aku mengira diriku seperti mayat hidup, tapi…. Aku ragu akan ada mayat hidup yang bawel dan super cerewet sepertiku.

Kami selalu habiskan waktu liburan bersama untuk mengulang segala kenangan yang pernah ada diantara kami, Segala protes aku ajukan atas keisengannya selama ini. Dengan riang kami bercerita dan tentunya dengan canda tawa yang tak pernah hilang, selalu hadir seperti biasanya. Langit dimalam hari bersolek indah, gemilang bintang hiasi kepekatan malam, aku meminta a’an untuk menemaniku mengitari jalanan perkotaan yang berhias gemerlap lampu warna-warni,, a’an menghentikan motornya di depan sebuah taman,,,banyak lampu yang dihias mirip sesosok hewan kartun dan rangkaian bunga.. indah,,, sekali,,
aku mengarahkan kedua mataku melihat suasana gemerlap langit dan remang remang cahaya bumi di bawah lampu kuning, sungguh elok... dalam hati aku bertakbir memanjatkan rasa syukur pada Tuhan, atas segala kenikmatan yang dapat aku rasakan hingga saat ini.

Krikk krikk,,, bunyi bbm dari poselku
“ pagi sayangku,,bangun! shlat subuh ”
“iya yanx,ini udah bangun kok,aku sholat dulu yak”
“.. jangan lupa berdoa yach,,
“oh iya weekend besok kita kemana?”Tanyaku sambil berharap a’an mengajaku pergi hehee
“kita karaokean yuk yanx,, “
“oke,,, see u “
Riang nya aku baca bm singkat a’an mengajakku singsong, tak sabar menanti hari sabtu datang. Weekend merupakan jadwal wajibku bertemu a’an, karena selalu di sibukkan dengan aktivitas kuliah yang padat setiap hari,membuat kami tak punya waktu untuk bertemu.

Malam menunjukan pukul 22.00 saat nya istirahat melepas penat dan lelah.
“dah malem,,, hve nice dream saynxq “ucapnya manis
“iyach,, mimpi indah sayngku,,, ” ku baringkan tubuhku yang berselimut lembut sambil ku pejamkan kedua mata, tak lama aku terjaga dari tidur singkatku dengan menahan rasa yang teramat sakit di kepalaku. merintih dan menangis di kesendirian sunyi dalam kamar,Tak satupun orang mendengar desak tangisku, hanya butiran benda-benda kecil berefek keras yang selalu melelapkan kembali kedua mataku.

“cint,nanti berangkat kuliah bareng yach”ujar sahabatku
“aku masih ngantuk, kayaknya aku mbolos jam ke dua nanti,kamu berangkat bareng ari aja ya”
“iya cintt,, ok2! Semalem tidur jamberapa kok masih ngantuk?”
“aku tidur larut malam cintta, semalem gak bisa tidur”
“memangnya kenapa?sahut ika penasaran
“eemm,,,gak papa,, lembur tugas semalem” tak mau buwat sahabatku kuatir,aku terpaksa berbohong, aku segera bergegas ke rumah sakit karna hari ini jadwal control bulananku.
Setiba di rumah sakit aku duduk di ruang tunggu menanti namaku di panggil ke ruang pemeriksaan.
“nona mira silahkan “ dengan lantang seorang suster memanggil pasien untuk antrian berikutnya
“iya sus, saya,,”aku pun beranjak masuk ke ruang priksa
“pagi mira,, gimana kabarnya? sapaan ramah dari dokter ku yang terlihat tampan dan bersahaja dengan jas putihnya.
“pagi juga dok,,, alhamdulillah baik dok”
“ coba saya priksa dulu ya,,,,,”
“ iya dok,, eeemmm ,,,,,dok,bagaimana hasil diagnosa saya 2 minggu lalu?”tanyaku dengan penuh ketegangan
“emmm…,emm”sejenak terdiam dengan bibir yang terbata-bata
“dok,kenapa? sampaikan saja saya udah gak sabar ingin tahu lebih jelas perkembangan penyakit saya”
“eemm,,begini,, “ serasa tak tega menyampaikan hasil buruk padaku,dokter hanya menunduk sambil menggerakan jemarinya
“begini gmna dokk?”
“eemmm,,,menurut hasil diagnosa yang terlihat,penyakit yang ada dikepalamu semakin menyebar,hingga memicu penyakit lain tumbuh berkembang didaerah sekitarnya.
“maksut dokter apa?semakin menyebar gimana dok??saya gak ngerti
“eemmm begini,,,, penyakit yang menyerang system saraf otak kamu yang ada dibagian kiri sudah berkembang sangat cepat,hingga menimbulkan penyakit baru di bagian lainya, termasuk otak bagian kanan. Dan benjolan yang terjadi mengakibatkan tumor itu menghambat sebagian system kerja pada saraf otak,termasuk menghambat peredaran darah, dan karna itulah kesehatan jantungmu juga menjadi taruhanya.
“apa.?? Separah itukah dok?tercengang aku mendengar semua perkataan yang trungkap dari bibir dokter kesayanganku it
“ jangan berkecil hati,,,penyakit kamu masih bisa disembuhkan dengan pengobatan rutin setiap hari,memang butuh waktu yang sangat lama,dan gampang-gampang susah untuk memulihkan kembali kondisi tubuh seperti semula.”
“berapa lama saya harus mengkonsumsi obat-obatan berdosis tinggi itu dok? sekarang gak cuma kepala saya yang nyeri, tapi seluruh tubuh saya sering sakit disertai nyeri,,,sakitt rasanya ;( ”
“minimal 2 tahun,, memang itu lah efek samping dari obat-obat saraf yang stiap hari harus kamu konsumsi, perbanyaklah istirahat dan minum air putih,karena endapan bahan kimia yang terkandung dalam obat tersebut bisa merusak ginjal,dan efek mengkonsumsi obat yang berkepanjangan juga dapat menggangu system saraf lainya”
“apa gak ada cara lain yang lebih cepat dan aman untuk mengobati penyakit saya dok?saya capek sakit terus”
“ada…”
“apa itu dok?”sedikit lega mendengar masih ada harapan lain untuk penyembuhan penyakitku
“oprasi.. dan itupun sulit,karna tidak hanya 1 penyakit yang ada di kepalamu,ada dibagian kanan dan kiri,cairanya pun sudah menyebar kemana-mana, “
“ la..lalu bagaimana caranya dokk?”ku tahan air mataku,dan mencoba untuk tetap tegar didepan dokterku
“untuk memudahkan oprasi berlangsung, terpaksa tim bedah harus menggundul rambut kamu dan itupun masih belum bisa menjamin 100% kesembuhanmu”
“astaghfirullahh,,,,,, lantas apa yang akan terjadi bila saya berhenti mengkonsumsi obat?dan apa yang terjadi setelah saya dioprasi?
“berhenti mengkonsumsi obat dapat mempercepat kerusakan saraf yang ada dikepalamu,dan akan berakibat fatal untuk kesehatanmu, pasca oprasi kamu akan mengalami fase koma,tidak bisa ditentukan berapa lamanya, tergantung seberapa kuat tubuhmu mampu melawan sakit”

“..”seakan membisu, bibir ini tak mampu mengatakan apapun. perihnya hatiku saat itu bagai tertusuk tajam nya keris,sudah tak bisa dilukiskan seberapa perihnya. Seorang dokter yang selalu terlihat rupawan dan bersahaja kini pun tampak rapuh melihatku dengan linangan air mata yang terus menetesi meja.

Dengan wajah berbulir air mata aku melangkah keluar ,,,mencoba untuk terus tegar,tak kuasa menahan kepedihan yang ku rasakan saat itu, ingin berteriak sekencang-kencangnya mungkin sedikit melegakan beban batinku. Lengkap sudah penyakitku, berbagai penyakit satu persatu datang menggrogoti tubuhku secara perlahan namun pasti. Sepanjang jalan aku hanya berfikir mana ada laki-laki yang mau punya pasangan cacat sepertiku, aku hanya bisa merepotkan dan bikin susah. sepintas dalam benakku berkata ingin pergi jauh dari kehidupan a’an,karna tak mugkin dia mau menerima wanita dengan kondisi yang sangat buruk seperti diriku. Ataukah aku tetap bersama dia dengan merahasiakan semua ini, toh tak lama tubuh ini akan pergi jauh dan mugkin tak kan kembali lagi bersama sakit yang terus dan terus mengrogoti tubuhku.
“darimana aja yanx,,kok tiba2 ngilang?”
“aku tadi ngampus yanx,, ini baru kelar” jawabku sambil menahan air mata yang terus menetesi pipiku
“besok sabtu aku jemput kamu jam 10 pagi ya, harus udah siap lho yach..”
“iya,,,, ”

Pagi tepat jam 10.00 terdenganr suara motor terhenti didepan kos, dan perlahan melangkah menuju pintu utama, aku pun bergegas keluar untuk menyambut nya,,, dengan wajah pucat dan tubuh yang lesu aku berusaha kuat beranjak menyapa dengan senyum manisku, “mira,kenapa kamu belum siap juga?kamu gak lupa kan acara kita hari ini?ini udah jam 10,apa aku harus nungguin kamu mandi dan berhias 2 jam lagi?”ucap nya kesal padaku
“maaf yanx,tadi aku bersih-bersih kos dulu,baru mau mandi kamu udah dateng”jawabku dengan suara lirih
“bersihin kamar apa sampai berjam-jam?kamu kan bisa mandi dari jam 8 tadi”
“iya yanx,, tadi kamar berantakan semua,aku bersih-bersih gak lihat jam, tahu-tahu jam 10 kamu juga udah nyampe kos”
“kamu selalu gitu…,kayak gak niat pergi aja”
“maaf yanx ,, tunggu yach,aku gak lama kok”penuh prasaan bersalah aku menunduk sesaat dan berpalig dari hadapannya serasa tak ada beban,,alunan nyanyian cinta dan melodi keindahan dari music Glenn.F kasih putih di iringi suara bening a’an menambah suasana romantis dlm ruangan, aku pun terdiam paku menatap kedua mata nya, halus tanganya menggegam erat jemariku, tak lama a’an merebahkan tanganya untuk memelukku,ku raih tubuhnya dalam dekapanku, semakin tak sanggup bibir ini untuk mengungkapkan rahasia besar yang tersimpan dalam diriku. Bulir-bulir air mataku sejenak menghangatkan baju nya, tak kuasa menahan haru , mengingat lama kemudian tubuh ini tak bisa lagi berada dalam dekapan peluknya.
“sayanx,,kamu kenapa?kok nangis?”
“gak kok,,,,aku Cuma terharu dengerin kamu nyanyiin lagu romantis sambil meluk aku”
“aku sayanx banget sama kamu mira,, aku ingin selamanya sama kamu,aku ingin bisa lindungi kamu”
“  aku juga sayanx banget sama kamu wowoku,,, eemm,,,,kalau nanti aku gak bisa lama-lama ada sama kamu, ataupun gak bisa lagi main bareng kamu, kamu jangan marah sama aku yah”
“husstt,,, kamu ngomong apa sich..gak ada yang boleh pergi!!kita kan dah janji akan bersama terus”
“dengerin dulu yanx,,,”
“udah ahh,,, aku risih denger nya, dah sore,yuk kita pulag”
“tapi yanx,,,,,”
“udah2 ayoww jalan!!”

Tenangnya suasana di sore hari bertiup angin semilir menambah sejuk hatiku,namun seketika kesejukan itu meredup,serasa terlempar benda runcing kepalaku ini, nyeri yang teramat sakit,, perlahan semua tatapanku berubah menjadi kunang-kunang yang begitu banyak, 1,2,3, semakin banyak dan semakin tak jelas. ku minta a’an untuk menggandeng tanganku kekamar, perlahan melangkah dengan tubuh yang hampir tak ada daya menahan sakit,segera aku baringkan tubuhku ditempat tidur.
“mir,,,”
“saynx, aku ngantuk banget,kamu pulang aja!”sahutku cepat
“tapi mira,wajahmu kliatan pucet banget . kamu sakit?
“gak kok,, aku cuma kecapean aja,aku tidur dulu ya. “
“kamu beneran gak papa?wajahmu pucat banget,,gak mungkin gak kenapa-napa.
“iya saynx,, aku beneran gak papa kok,,, aku bubuk dulu yach..,kamu pulang aja yanx!!
“gak,,aku gak mau pulag kalo kamu gak nganterin aku sampai luar .
“maaf yanx,, kali ini kamu buka pintu sendiri ya,,aku dah ngantuk banget, ini aja mataku dah gak bisa ku buka..
“ya udah dech,, aku pulang dulu ,met istirahat yach yanx,,, I love u”
“I love u too,,hati-hati dijalan yach”

Kedua mataku masih belum jelas melihat semuanya, termasuk melihat sesosok orang yang sangat kucintai yang perlahan menjauh dari tempat dimana aku sedang terbaring lemah. Aku hanya bisa merasakan dan mendengar darimana arah suaranya, mendengar suara pintu terbuka dan semakin menjauh langkah kaki nya,aku perlahan membuka mata, ingin rasanya aku lari mengejarnya dan ku raih tubuhnya, namun aku tak sanggup. Sekejap bulir-bulir bening menetes ,Aku pun menangis sejadi-jadinya, ya Allah…sakitt ya Allah… saya ingin tidur nyenyak,saya gak kuat lagi ya Allah.. rintih hatiku yang tlah rapuh. Tubuh yang terbujur kaku..Seperti tak mampu lagi melangkahkan kaki meraih angan serta mimpi-mimpi kecilku.
ku dengar suara desakan tangis d sebelah tempat tidurku,
“siapa itu…?”ku gerakan tangan ke samping kanan tubuhku, dengan pelan dia menggenggam tanganku dan mencium tanganku bersamaan tetesan bulir-bulir airmata yang berjatuhan, aku masih bertanya-tanya dalam hati siapa sebenarnya yang ad disampingku ini, “saa sayanx… ini aku,aku disini yanx,,, kamu gak akan sendiri lagi, aku…aku akan terus jagain kamu di sini, jangan mau kalah sama sakit yach,,kamu pasti kuat kok” sambil memeluk erat tubuhku desak tangis dan bibir terbata-bata a’an mencoba menenangkan suasana hatiku yang tlah rapuh
“A’an… sejak kapan kamu balik kesini?bukanya tadi kamu udah pamit mau pulag?”
“ta.. tadi memang aku pamit mau pulang, tapi,,, kakiku rasanya berat mau keluar, jadi aku putuskan balik lagi “
“Bukanya kamu udah tutup pintu dan ku dengar kamu jalan keluar? ”
“udahh,, itu gak penting, sekarag yang terpenting kenapa kamu tega sembunyiin semua ini dariku?aku ini siapamu?kamu butuh aku,,kamu gak bisa maen sembunyi-sembunyi kayak gini”
“aku gak bermaksut bohongin kamu,, dari awal aku udah punya niat ngasih tahu kamu,tapi kamu gak ngasih kesempatan aku untuk cerita, aku juga gak tega liat kamu sedih”
“aku lebih sedih kalo kamu bohongin aku kayak gini,aku merasa gak kamu anggap”
“maafin aku yanx.. aku terpaksa diam karna…
“karna apa?...mir,aku mohon jangan lakukan hal kayak gini lagi, aku ingin bisa jagain kamu,lindungin kamu, kalo kamu umpetin semua ini gimana aku bisa jagain kamu?aku tulus sayanx sama kamu gimanapun keadaanmu, separah apapun sakitmu gak akan ngurangin sedikitpun cinta dan sayangku …
“,,,,lewatin hari-hariku sama kamu adlah kebahagyan buwatku, kamu selalu buatku tersenyum, semenjak aku kenal kamu beban kepedihanku seakan musnah, setiap didekatmu aku lupa semua sakit yang menggrogoti tubuhku, kamu lah semangatku,,, aku ingin bisa terus sama kamu selamanya, tapi aku sadar kalo itu gak mungkin…
“kenapa gak mungkin?kamu jangan putus asa yanx,, kamu harus lawan sakitmu!jangan mau kalah sama sakit, aq mohon kamu harus kuat ya”
rengekan a’an membuat hatiku semakin gak karuan, mencoba meyakinkan diriku yang selalu merasa tak pantas dicintai dengan segala kekurangan yang ku miliki,dan ingin menghapus semua pikiran burukku tentang nya.
“...”
terdiam hanya menganggukkan kepala, sungguh tak sanggup bibir ini untuk berkata lagi.. suasana malam yang semakin hening di iringi suara tangis yang begitu syahdu..

mencoba memecah keheningan, a’an tiba-tiba berdiri dan mengambil sebuah kitab dimeja belajarku.
“sayanx,, kamu mau gak dengerin aku baca al-qur’an?aku bacain sampai kamu tidur yach,,”
tangisku terhenti sesaat mendengar a’an ingin membacakan Al-qur’an untukku, dia belum lancar membaca, membedakan tajwid dan makhroj aja tak bisa. Dengan pelan a’an membacakan satu persatu ayat Q.S Al-baqoroh, suaranya yang bening di tambah desakan tangis a’an serasa memecah kesunyian malam yang semakin larut. saat aku terlelap dia mulai menghentikan suaranya dan menutup kembali kitab suci yang dibaca. Tak mampu ku lukiskan bagaimana gambaran prasaanku saat A’an membacakan kitab suci Al-qur’an untuk melihatku terlelap dipangkuanya.

Seusai sembahyang subuh aku membuka jendela kamar ,menatap indahnya langit dikala fajar menyingsing, merasakan belaian angin yang diharumi wangi keindahan, serta suara gemricik tetesan embun menambah tentramnya jiwaku ,, tak lama dering handphoneku berbunyi , ku lihat “my lovely new message”
“kau bagaikan sinar dalam hatiku,aku ingin kamu selalu menyinari hatiku, gak akan ku biarkan sinar itu meredup,g akan! aku ingin kamu cerahkan hatiku.. seperti Tuhan mencerahkan alam semesta, aku gak akan pernah berhenti mengucapkan i love u buat kamu. ”

Belum sempat aku selesai membaca pesan pertama dari a’an..,hp ku dah bunyi lagi
“aku rela berikan mataku, kalau kamu tak bisa melihat hatiku ini,aku bukan orang yang pandai bermain kata, bermain pedang didalam kerumunan prajurit perang. Aku adalah orang yang berdiri tegak dengan sebuah tameng untuk melindungi orang yang ku sayang. Walau tertembus oleh pedang aku bahagia bisa menjagamu.”

Sungguh indah…., rangkaian kata demi kata yang mampu menggoyahkan hati banyak wanita, termasuk hatiku,, Sejenak aku mencoba bicara dengan hati kecilku sendiri, mencoba yakinkan kembali prasaanku yang selalu meragukan kesetiaan dan ketulusan a’an, Cinta a’an begitu sempurna untukku, semua kekurangan yang aku miliki tak membuat kasih dan sayangnya berkurang sedikitpun.

Tak mau kebahagiaanku ini hilang dan larut bersama sakit dalam tubuhku. Terlalu indah jika cinta ini harus musnah terbawa badai kepedihan. Kini aku benar-benar percaya adanya ketulusan cinta sejati, bagiku cinta sejati adalah cinta yang bisa merubah luka menjadi warna dalam kebahagiaan, dan ketulusan lah yang mampu merubah segala kekurangan menjadi satu kelebihan dan kekuatan untuk menjaga keutuhan cinta.

Selalu ku ingat pesan dari kekasihku “jangan mau kalah dengan sakit” begitulah bunyi pesan singkat yang selalu dia ucapkan untuk terus memberikan semangat padaku..

ISTRI SELINGKUH GARA-GARA FACEBOOK

Sejatinya kemajuan teknologi informasi adalah untuk memudahkan manusia. Namun ketika kemudahan itu sudah didapat, teknologi informasi tersebut dapat pula disalahgunakan. Situs jejaring sosial Facebook adalah salah satu produk teknologi yang dapat disalahgunakan bukan hanya pria, bahkan seorang wanita. Seperti dalam kisah  berikut tentang pengakuan seorang istri yang selingkuh melalui Facebook.


Lima belas tahun sudah aku menikah dengan Mas Bambang. Selama itu pula hubunganku dengan Bambang sangat harmonis. Apalagi dengan kehadiran tiga buah hati kami. Namun, petaka di dalam keluargaku mulai muncul tatkala aku mengenal Facebook (FB). Gara-gara jejaring sosial inilah impianku untuk membangun rumah tangga yang utuh berantakan. Aku yang sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga tergoda dengan rayuan lelaki lain melalui FB.

Cerita ini berawal ketika 2010 lalu aku diperkenalkan oleh suamiku tentang Facebook. Saat itu, aku yang hanya bekerja di dalam rumah seakan mendapat hiburan baru. Suamiku pun senang, karena melihat diriku tidak bosan menjaga anak di rumah.

Sebulan mengenal facebook, aku menilai tak ada yang istimewa pada jaringan sosial ini. Namun, setelah mengenal chat (ngobrol), aku mulai menikmatinya. Apalagi banyak yang ingin berkenalan denganku. Baik itu laki-laki, maupun ibu-ibu.

Wajahku memang ayu. Kulitku putih bersih. Saat ini usiaku sekitar 37 tahun. Aku memasang foto profil yang cukup menarik di Facebook. Mungkin ini yang membuat banyak orang yang tertarik untuk berkenalanlebih jauh denganku. Dari sekian banyak lelaki yang menyapa aku di facebook, ada beberapa lelaki yang mengaku tertarik kepadaku. Walaupun saat itu aku mengatakan bahwa aku sudah punya anak dan suami, Sehingga mereka tidak pantas untuk menyukaiku

Awalnya aku bertekad untuk tidak tergoda dengan bujuk rayu sejumlah lelaki di facebook. Namun, setelah aku mengenal Tommy semuanya berubah.

Tommy adalah seorang PNS yang mendapat beasiswa S2 tingkat akhir salah satu PTN , berasal dari luar Jawa. Wajahnya tampan setampan suamiku, cerdas dan kaya. Dari postingannya aku dapat menilai, ia lelaki yang sudah menikah ini sangat religious. Tommy betul-betul mampu menggoyahkan imanku.

Bahasanya yang santun, dan caranya ia memerhatikanku di Facebook telah membuat hati ini luluh. Setiap hari kami ngobrol lewat facebook. Bahkan kami saling bertukar pikiran tentang rumah tangga kami masing-masing.

Ya…boleh dibilang kami saling curhat-curhatan. Dari sinilah perasaan aneh muncul, baik saya maupun Tommy. Akhirnya, Tommy menyatakan sayangnya lewat chat dan ingin berjumpa denganku.

Aku yang sejak awal sudah tertarik dengan Tommy tak mampu menolaknya. Namun, aku masih malu-malu menyatakan suka kepadanya.

Setelah sekian bulan hanya chat di facebook, kami pun sepakat untuk bertemu. Kami kemudian melakukan pertemuan di salah satu restoran di dikawasan timur Jakarta. Saat itu Tommy datang seorang diri, sementara aku membawa anak bungsuku.

Walaupun, aku menyukainya, aku tak ingin pertemuan kami menimbulkan fitnah. Perasaanku deg-degan saat bertemu dengan Tommy. Ia pun menyapaku dengan suara berat. Ada yang lain muncul di dalam hatiku. Di tempat itu, Tommy pun kembali menyatakan ketertarikannya kepadaku. Akupun menyatakan hal yang sama.

Pertemuan dengan Tommy di restoran tersebut bukanlah hal yang terakhir. Sejak pertemuan itu, kami pun sering janjian untuk bertemu. Bahkan, kadang, aku bertemu dengan Tommy seorang diri tanpa membawa anakku. Kebetulan di rumah aku memiliki seorang pembantu rumah tangga.

Rupanya, inilah awal dari keretakan rumah tanggaku dengan Bambang. Aku sudah mulai jarang di rumah tanpa sepengetahuan Bambang. Maklum, setiap hari Bambang bekerja mulai dari pagi hingga malam. Sementara, kadang aku selalu bertemu dengan Tommy dari siang hingga sore.

Tommy telah membuka mataku tentang indahnya dunia ini. Ia mengajak aku shopping, wisata kuliner, dan mendatangi tempat- tempat hiburan lain. Ini semua kulakukan tanpa harus mengeluarkan duit. Aku seakan-akan sudah terjebak dalam kehidupan foya- foya.

Walaupun aku sering foya-foya dengan Tommy, sikapku di rumah tetap seperti biasa. Aku tetap sebagai istri melayani suamiku ketika ia baru pulang dari kantor. Termasuk mengurus pakaian dan makanannya saat ia akan ke kantor di pagi hari.

Setelah jalan bareng dengan Tommy selama dua bulan, aku pun tak mampu menolak ajakan Tommy untuk bertemu di hotel. Saat itu Tommy sudah membooking satu kamar di salah satu hotel berbintang di timur Jakarta. Sekitar pukul 11.00 WIB aku datang menemuinya di kamar itu. Setelah kami berbincang-bincang selama beberapa menit, aku tak kuasa ketika Tommy memeluk tubuhku.

Akhirnya, aku pun terjebak dalam rayuan syetan, tergoda dan rela melakukan hubungan suami istri dengan lelaki yang bukan suamiku sendiri. Sejak peristiwa itu, kami sering melakukannya, dari satu hotel ke hotel yang lain. Aku pun begitu menikmati kehidupanku ini. Namun, di hatiku setiap hari berteriak. Aku tak rela mengkhianati suamiku yang sudah memberiku tiga orang anak. Apalagi ia begitu baik dan begitu memercayaiku. Ia pun sangat disenangi oleh keluargaku.

Aku ingin lepas dari kehidupan Tommy yang harus kuakui telah memberi warna baru dalam hidupku. Ia pun mengaku tulus mencintaiku. Di depanku juga ia mengaku berdosa telah mengkhianati istrinya. Tapi, ia pun tak bisa meninggalkanku.

Bulan berganti bulan, kehidupanku tak ada yang berubah. Aku pun dan Tommy masih tetap jalan bareng. Bahkan, aku semakin takut kehilangannya. Namun, peribahasa yang mengatakan, sepandai- pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga telah terbukti kepada diriku.

Sepandai-pandainya aku menyembunyikan hubungannya dengan Tommy, akhirnya ketahuan juga oleh suamiku. Aku, ketahuan selingkuh setelah suamiku membaca SMS Tommy yang berisi kata-kata mesra. Ia pun memaksa aku untuk mengaku.

Aku saat itu tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi suamiku langsung menghubungi nomor ponsel Tommy. Awalnya Tommy membantah, dan mengatakan bahwa ia dan diriku hanya berteman. Namun, setelah diancam oleh suamiku, Tommy mengakuinya dan meminta maaf.

Namun, suamiku sudah terlanjur sakit. Ia pun langsung menceraikanku. Saat ini aku, dan Bambang masih dalam tahap perceraian.

Namun, dalam doaku setiap selesai shalat aku memohon maaf kepada Allah SWT, kepada suamiku, kepada anak-anakku dan kepada keluargaku karena aku telah menyia-nyiakan cinta mereka. Aku ikhlas menerima ini semua atas konsekuensi dari perbuatanku sendiri.

Namun, aku masih tetap berharap untuk bisa kembali bersama dengan Bambang, dan akan aku buktikan untuk menjadi istri yang baik."

Catatan : sumber cerita ini belum jelas. Ada banyak blog yang memuat kisah ini jadi bingung menyebutkan sumber. Bila ada pembaca yang merasa tulisan ini adalah milik anda, harap menghubungi kami di chantikarhiena@gmail.com atau berikan saran di kritik komentar.

Senyum Untuk Mu

"Nadya ??"
nadya membalikan badannya menoleh ke arah datangnya suara.
"irfan"saut nadya kaget
"hey,apa kabar ??" tanya irfan .
'fine,aduh irfan kamu nambah cakep aja sih hahahah " jawab nadya .
"ahh yaiyalah masa aku mau ingusan terus ?" cetus irfan .
"hahah lucu deh ,, 9 tahun kita gak ketemu ! aduh kangen banget nih "

 nadya memeluk irfan , irfan adalah teman  semenjak nadya kecil . mereka selalu bersama-sama kini mereka tertemukan kembali setelah irfan pindah ke bandung .

"udah punya cowok nih sekarang ?"tanya irfan
"hahah cowok!gak lah ."jawab nadya

       nadya sebenarnya menyukai irfan semenjak mereka kelas 4 sd,tapi tidak dengan irfan,irfan gak bisa menganggap nadya lebih dari sekedar sahabat . mereka terpisah saat mereka kelas 4sd(semester akhir).kini,irfan sudah mempunyai pacar namaya alin.beda dengan nadya yang masih single,bukan berarti dia tidak laku , melainkan dia sedang menunggu janji irfan yang akan kembali ke jakarta tanpa mempunyai pacar . tapi,yang ada malah sekarang irfan melanggar janjinya , dia malah kembali ke jakarta dengan status berpacaran . betapa terkejutnya nadya saat mengetahui irfansudah mempunyai kekasih .

"kenalin dong cewenya ."kata nadya
"haha,iyananti aja  dia kesini"
"kamu gak inget janji kamu ya do?" gumam nadya dalam hati
"maafin aku fik,aku gak mau kamu jatuh cinta sama aku"irfan juga bicara dalam hatinya .
"yaudah,kita ke rumah yu,,temui papi dan mami "ajak nadya
"ayo"jawab irfan

 mereka pun pergi kerumah nadya,bahkan tepatnya mereka mengunjungi tempat favorit mereka sewaktu kecil yaitu di atap rumah nadya . setelah irfan menemui papi dan mami nadya , irfan mengajak nadya ke atap rumah untuk mengingat sewktu kecil .
"di sinh banyak sekali kenangan nadya"kata irfan
"iya,ternyata kamu masih inget ya do ??"

"muhun neng , da emut keneh"kata irfan dengan logat bahasa sunda
"bahasa planet mana tuh ??" tanya afilka
"hahahah itu bahasa sunda nadya"
"huh, mentang-mentang udah lama di bandung!"
mereka pun tertawa lepas .
"do,aku turun duku ya , mau bawa minum !"kata nadya
"mangga!"jawab irfan singkat

     nadya pun turun dari atap untuk mengambil minum di dapur.
irfan memperhatikan setiap atap ,di salah satu selipan atap ada kertas yang terselip. irfan mengambil kertas itu yang bertulisan "IRFAN RIFALDI  , kapan kembali ??". irfan menghela nafas . "maaf fik,aku kembali hanya untuk menjagamu,bukan untuk mencintaimu ,aku gak mau terpisahkan lagi ,bukanya aku gak cinta sama kamu , tapi aku gak mau kalau seandainya kita pacaran terus kita berantem lalu putus,jadi musuhan deh , gak mau fik,lebih baik kita sahabatan aja ."dalam hati irfan

 irfan mengambil bulpoin yang ada di saku kemejanya , irfan membalas tulisan itu ."aku kembali NADYA PRISILIA :)". lalu irfan menyelipkan lagi kertas itu .
nadya pun datang dengan membawa 2 orange juice ,
"nih kesukaan kamu !" suat nadya
irfan hanya tersenyum dengan penuh hasrat .
"hmm fik ??"tanya irfan . "ya apa do ??" jawab nadya dengan mengerutkan keningnya .
"kita ke bawah yu .. !!"ajak irfan .
"hmm okey !"
  mereka pun turun ke bawah karena langit sudah mulai mendung

          keesokan harinya :)
nadya sngat terlihat cantik saat dia mau ke rumah irfan.mami dan papi nya heran melihat nadya yang dandan begitu cantik padahal hanya ke rumah irfan .
"nadya sayang , kamu mau kemana ??"tanya papi nya .
"kerumah irfan pih !!" jawab nadya singkat
"kerumah irfan ko sampai dandan segala !! jangan...jangan..."
'hah??dadah mami , papi!! fika pergi dulu"fika buru-buru " memotong perkataan mami nya itu ,
mami dan papi nya hanya mnggelengkan kepala dan hanya trsenyum .
      di rumah irfan, nadya melihat irfan lagi ngobrol dengan alin , nadya menghampiri mereka
"hey do " sapa nadya

alin berdiri dari tempat duduknya dan langsung menjulungkan tanganya .
"hey nadya  aku alin !!"
"nadya!" kata nadya dengan menjulungkan tanganya .
"yang,ini yang tadi kamu ceritain itu"kata alin .

nadya terdiam saat mendengar alin memanggil irfan dengan sebutan"YANG",begitu sakit saat orang kita sayang dari dulu sekarang milik orang lain .
"ehh,lusa kita mau tunangan lo !" kata alin
nadya kaget , "hah tunangan ????"
"iya , kenapa ?ikut seneng dong !"

"hhaa iya..iya... selamat ya !!" nadya semakin panas,nadya pun pergi meninggalkan irfan dan alin .
nadya berlari kerumahnya ,tepatnya ke kamarnya ,di dalam kamar nadya menagis tersendu-sendu .
"kenapa ??kenapa kamu ngelakuin hal ini sama aku ?! mana janji kamu irfan ?!kamu permainkan hati aku . 9 tahun aku menunggumu ,baru kemarin kita ketemu ternya kanu sekarang mau tunangan !!sakit aku mendengarnya,irfan !!aku benci kamu !!" nadya mengambil foto irfan bersamanya dan dia jatuhkan ke lantai sampai pecah .

        2 hari kemudian
"nadya maafin irfan " kata irfan
"udahlah gak apa-apa, tenang aja !"jawab nadya
"aku menyesal nadya,aku merasa bersalah "
"yaudah irfan jangan khawatirin aku ya ?sekarang kamu bahagialah dengan alin..aku ikut seneng "
irfan hanya menunduk
"irfan ayo !"panggil mami dan papi irfan
irfan memegang tangan nadya
"udah pergi do !"
  irfan pun pergi ......

nadya tersenyum ."semoga kamu bahagia ya do,disinih aku selalu doain kamu...aku gak akan nyalahin penantianku 9 tahun itu . aku hanya bisa tersenyum untukmu ..
selamat tinggal irfan ! I LOVE YOU GOOD BYE !"

irfan pun akhirnya bertunangan dengan alin dan meninggalkan AIR MATA di wajah nadya .
"maafin aku nadya , aku terpaksa ngelakuin ini sama kamu I LOVE YOU GOOD BYE NADYA PRISILIA!!
THE END

Ku Tahu

Kau tak harus katakan sepatah kata
Kau pun tak harus berbicara
Ku dapat melihat luka di matamu
Kesengsaraan yang kau simpan

Kau pikir tiada orang yang memperhatikan
Kesedihan yang kau sembunyikan
Tapi aku bisa melihat dengan jelas dari topengmu
Malam-malam sunyi sepi yang kau tangisi

Ku tahu kau seolah tersenyum untuk kepedihan
Saat jiwamu sekarat sendirian
Tertawa, bercanda sementara
Ku lihat betapa berat kau coba

Dan saat kau berbaring di atas tempat tidurmu
Setiap malam yang sunyi sepi
Ku tahu kau berjuang tuk tak menangis
Atau menyerah dengan pertarunganmu ini

Seluruh waktu saat kau sebut dalam mimpimu
Ku dengar satu persatu
Kau ingin temukan tempat terindah
tempat yang kau miliki

CINTA SEJATI

Cinta sejati. Apakah kalian percaya akan itu? Akan "Cinta Sejati" yang konon katanya dimiliki oleh semua orang? Cinta yang katanya sangat indah dan menyenangkan? Mitos cinta sejati yang terus menerus melolong dihatiku.
***

Kupandangi bingkai biru di tepi tempat tidurku. Aku tersenyum menatap benda yang ada didalam bingkai itu.

Bukan sebuah foto ataupun lukisan. Hanya sebuah kertas lusuh. Kertas catatan PKN yang aku robek dari buku miliknya 2 tahun lalu saat perpisahan SMP. Dia sama sekali tidak tahu aku merobek buku catatanya. Bahkan, mungkin dia tidak mengenalku. Aku hanya satu dari ratusan penggemarnya di sekolah.
Dia bukan artis. Dia adalah siswa tampan dan cerdas di sekolahku. Dia kaya dan pintar dalam bidang olahraga. Sifatnya yang cuek justru menjadi daya tarik bagi para kaum hawa, termasuk aku. Tapi, bisa dibilang, aku tidak terlalu menunjukkan diri bahwa aku menyukainya. Terbukti. Aku tidak pernah menyapa ataupun menegurnya. Aku menyukainya lewat diam.

Bahkan, robekan catatan PKN itu aku ambil diam- diam untuk kenang- kenanganku karena aku tahu dia akan melanjutkan study ke L.A.

Aku kembali tersenyum manis saat melihat robekan catatan itu. Orang bilang, apapun itu, jika memang jodoh, maka dia akan kembali lagi dan lagi. Dan aku percaya dia akan kembali kulihat.

Aku mengeluarkan kertas itu dari bingkainya. Kupeluk- peluk dan kubelai. Ku ajak tertawa dan tersenyum.

Gila. Konyol memang. Setelah puas dengan kegiatanku itu, aku meletakkan kertas itu di atas meja belajarku. Dan...
Syuuuut...
Angin bertiup menerbangkan kertas kenangan itu keluar jendela dan jatuh dipekarangan. Dengan sigap aku keluar rumah dan mengejar kertas itu. Itu adalah satu- satunya milikku yang mampu membuatku mengingatnya.

Saat aku hampir mendapatkanya, angin kembali meniupnya menjauhiku. Argh! Angin ini! Batinku kesal.

Aku kembali mengejar kertas itu. Dan saat aku hampir mendapatkannya kembali...
"Argh!! Sial banget sih?! Malah keinjek lagi!" seruku kesal saat tahu kertas itu di injak seseorang. Orang itu mengambil kertas yang ada di injakannya itu. Aku masih menatap jalanan berdebu dengan kesal.
"Jadi, daritadi kamu ngejar kertas ini ya?" ucap orang itu. Suara bariton yang ku kenal. Ku tengadahkan kepalaku menatap wajah dari si pemilik suara.

DEG!!!
Di... Diakan? Diakan pemilik kertas itu sebenarnya? Vigo. Cowok tampan, keren dan pintar itu... Bagaimana bisa?
"Ma... af. Aku ngerobek kertas itu...."
"gapapa kok Dina. Beneran deh gapapa. Karena, aku juga udah foto kamu diam- diam waktu itu." akunya padaku. Dia... Tau namaku?
"foto?! Diem- diem?"
"Lebih baik, kita nostalgianya ditaman aja deh." ucapnya sambil menarik tanganku ke taman.
***

Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Fotoku ada dalam dompet Vigo?
"Aku dulu suka banget sama kamu Dina. Karena, kamu itu satu- satunya cewek yang gak pernah negur aku. Kamu cuek dan aku suka itu." ucapnya sambil tersenyum.
"Dulu, aku berharap bisa kenal dan pacaran sama kamu. Tapi, dekat kamu aja aku udah gemetaran, apalagi ngobrol sama kamu..." ucap Vigo lagi. Lalu dia menatap robekan kertas itu.
"Aku tau kok, kamu ngerobek kertas ini. Cuma aku pura- pura gatau aja. Aku seneng banget waktu kamu robek kertas ini. Karena itu artinya, kamu juga suka sama aku. Iyakan?" ucapnya yang membuatku tersipu malu.
"Ikh... Kok diem aja?" ujarnya sambil mencubit pipiku pelan.
"aku bingung mau ngomong apa..."
"Kamu percaya mitos True Love gak?"
"True Love? Emang ada?" tanyaku.
"mulanya, aku juga gak percaya. Tapi malem ini aku percaya. True Love aku udah aku temuin lagi. Aku suka kamu." ucapnya sambil natap bintang.
"udah jam 12 belom?" tanyanya.
"udah. Udah jam 12 tepat."
"Happy Birthday Dina :). Will you be My True Love?"

Apakah dia menyatakan perasaannya. Tanpa sadar, aku mengucapkan
"yes. I will."
***

Percaya atau tidak, itulah faktanya. True love akan datang. Sejauh dan sesulit apapun, Cinta Sejati akan mencari jalan lagi dan lagi untuk kita temukan. :)

Karena Tiap Langkahmu Akan Jadi Berarti

Mimpi, ada satu asa yang tersimpan
Tertanam indah dalam setiap masa
Raih, kejar
Berjuang dan bertahan
Dengan semua semangat terbaikmu
Meski tak mudah
Lelah, Terjatuh, dan Tersia

Memang menjadi bagian itu semua
Jangan berhenti
Karena tiap langkahmu akan jadi berarti
Aku di sini genggam tanganmu
Hingga kamu dapat berdiri lagi
Yakinkan dirimu
Hingga tiba saat mimpi-mimpi terwujud

Masa berlalu
Waktu akan terus berjalan
Tapi kita tak boleh
Selalu berdiri di tempat yang sama
Ada satu masa
Menanti indah di sana
Bila ingin merubah keadaan
Berjalanlah
Jangan berhenti
Karena tiap langkahmu akan jadi berarti
Aku di sini genggam tanganmu
Menuju satu cahaya baru
Wujudkan semua mimpi

Di Akhir Kepak Sayapmu

Berlarilah dan jangan pernah berhenti
Tinggalkan beban di pundakmu
Datang kepadaku dengan senyummu
Aku menunggumu

Jangan cepat engkau menyerah
Hadapi rintangan yang menghalangimu
Aku ada di depanmu
Menunggumu di akhir perjalanan ini

Tak perlu sesali yang telah berlalu
Dan yakinkanlah tentang mimpi indah ini

Kibaskanlah sayapmu
Meskipun itu hanya dengan sebelah sayapmu
Dan yakinkanlah kau tetap bisa terbang
Karena aku menunggumu
Di akhir kepak sayapmu
Jangan cepat engkau menyerah
Dari semua pilu yang menghambat langkahmu
Karena aku menunggumu
Di akhir perjalanan ini
Di akhir kepak sayapmu